ᯇᯩᯝᯩᯉᯞᯉ᯲ ᯀᯄ᯦᯲ᯘᯒ

Tentang Aksara Batak

Beranda >> Tentang Aksara Batak

ᯀᯄ᯦᯲ᯘᯒ ᯅᯖᯄ᯦᯲

Apa itu Aksara Batak?

Aksara Batak disebut juga sebagai Surat na Sampulu Sia atau kesembilan belas huruf. Aksara Batak juga merupakan salah satu aksara tradisional Indonesia yang ditemukan di kawasan suku Batak yang berada di provinsi Sumatra Utara.

Aksara Batak adalah salah satu sistem tulisan tradisional suku Batak di Sumatra Utara yang digunakan untuk menulis bahasa-bahasa Batak seperti Toba, Karo, Mandailing, Pakpak, Simalungun, dan Angkola. Tulisan ini berfungsi untuk mencatat doa, mantra, silsilah, surat pribadi, hukum adat, serta ilmu pengobatan dan ramalan. Selain sebagai media komunikasi pada masa lalu, aksara ini juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat Batak.

 

Sejarah Aksara Batak

Sejarah aksara Batak diperkirakan berasal dari perkembangan aksara Pallawa dari India Selatan, yang dibawa melalui pengaruh Hindu-Buddha sejak abad ke-13. Penelitian Para ahli, meyakini bahwa surat Batak merupakan salah satu turunan aksara Brahmi India kemudian melalui perantara aksara Kawi, berdasarkan studi perbandingan bentuk aksara-aksara Nusantara yang pertama kali dijabarkan oleh para peneliti bahasa di Nusantara yaitu KF. Holle dan H. Kern.

Pernyataan ini juga diperkuat oleh seorang profesor juga dikenal sebagai filolog dan paleograf yang telah lama meneliti tentang bahasa, adat dan sastra Batak yaitu Prof.Dr. Uli Kozok.

Selama berabad-abad, aksara ini berkembang secara mandiri di Tanah Batak dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat hingga masuknya pengaruh kolonial Belanda dan Kristen pada abad ke-19, yang memperkenalkan huruf Latin dan menyebabkan penggunaan aksara Batak menurun drastis. Aksara batak terdiri dari berbagai jenis sesuai dengan keragaman sukunya.

ᯘᯩᯐᯒᯂ᯲ ᯀᯄ᯦᯲ᯘᯒ

Aksara Batak Toba

Digunakan untuk menulis bahasa Batak Toba; cirinya bentuk huruf relatif besar, jelas, dan rapi.

Aksara Batak Mandailing-Angkola

Digunakan di daerah Mandailing dan Angkola; bentuknya lebih halus dan ramping dibanding aksara Toba, mencerminkan pengaruh Melayu.

Aksara Batak Karo

Digunakan untuk bahasa Batak Karo; ciri khasnya adalah adanya beberapa huruf tambahan untuk bunyi-bunyi khas Karo.

Aksara Batak Pakpak-Dairi

Dipakai di wilayah Pakpak/Dairi; bentuk hurufnya agak sederhana dan lebih sedikit variasinya.

Aksara Batak Simalungun

Digunakan oleh orang Simalungun; memiliki bentuk huruf yang lebih unik, berbeda dari jenis lain karena lebih ornamental.

ᯇᯩᯉᯩᯒᯇᯉ᯲ ᯀᯄ᯦᯲ᯘᯒ ᯅᯖᯄ᯦᯲

Penerapan Aksara Batak

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Batak pra-kemerdekaan, surat Batak digunakan untuk berbagai fungsi penting seperti penulisan naskah pustaha, surat menyurat, dan ratapan.

Contohnya dapat ditemukan pada Kalender Batak (porhalaan) yang digurat di tulang dan kini menjadi koleksi Museum Anak-anak Indianapolis, ratapan Batak Karo (bilang-bilang) yang tertulis pada tabung bambu dan disimpan di Tropenmuseum, serta sejumlah pustaha yang tersimpan di Museo Antropologia Firenze.

Aksara Batak terdiri dari dua kelompok huruf yaitu “Ina ni Surat atau huruf utama dan “Anani Surat” atau huruf turunan atau juga disebut anak aksara. Selain itu ada juga angka angka atau bilangan dalam bahasa Batak Toba

ᯀᯄ᯦᯲ᯘᯒ ᯑᯘᯒ᯲

Aksara dasar (ina ni surat)

Silakan klik setiap aksara untuk menampilkan bentuk vokal atau diakritiknya

Aksara dasar (ina ni surat) adalah huruf pokok atau dasar dalam sistem penulisan yang memiliki vokal inheren

No Huruf Karo Angkola Mandailing Pakpak Simalungun Toba
1a
2ha
3kaᯀᯤᯀᯤᯀᯤᯀᯤᯀᯤ
4ba
5pa
6na
7wa
8ga
9ja
10da
11ra
12ma
13ta
14sa
15ya
16nga
17la
18nya
19ca
20nda
21mbaᯔᯅᯔᯅᯔᯅᯔᯅᯔᯅ
22iᯤᯪᯤᯪᯤᯪᯤᯪᯤᯪ
23uᯤᯮᯤᯮᯤᯮᯤᯮᯤᯮ

ᯑᯪᯀᯄ᯦᯲ᯒᯪᯖᯪᯄ᯦᯲ (ᯀᯉᯄ᯦᯲ ᯉᯪ ᯘᯮᯒᯖ᯲)

Diakritik (anak ni surat)

Diakritik (anak ni surat) adalah tanda yang melekat pada aksara utama untuk mengubah vokal inheren aksara utama yang bersangkutan

Anak ni Surat -i -u -é¹ -e² -o -ou -ng -h pemati
Karo -
kelawan sikurun ketéléngen kebereten ketolongen - kebincaren kejeringen penengen
Mandailing - - - \
uluwa boruta talinga - siala ulu - amisara pangolat -
Pakpak - \
kaloan kabereten ketadingin kabereten podi sikora - kebincaren sikorjan pangolat
Simalungun - -◗ -
haluan haboritan hatalingan - sihorlu hatulungan haminsaran hajoringan panongonan
Toba - - - \
uluwa haborotan hatadingan - siala - hamisaran - pangolat

Catatan:

¹ /e/ sebagaimana e dalam kata "enak"

² /ə/ sebagaimana e dalam kata "empat"

³ diakritik dapat memiliki sejumlah variasi nama yang tidak semuanya dicantumkan dalam tabel ini

ᯅᯪᯞᯝᯉ᯲ ᯀᯄ᯦᯲ᯘᯒ ᯅᯖᯄ᯦᯲

Bilangan Aksara Batak

Simbol Angka Bacaan
=1 sada
= =2 dua
=3 tolu
=4 opat
=5 lima
=6 onom
7 =7 pitu
=8 oalu (walu)
=9 sia
—◊ =10 sampulu

Horas! Lestarikan Aksara Batak. Pelajari aksara Batak dengan cara yang mudah, menyenangkan, dan interaktif!

Kontak

© 2025 Created with Agensie